The Journey Begins

About Ashley. My Everything.

Tag Archives: IVF

Cukup satu saja?

Beberapa malam yang lalu, kami baru aja kembali dari dokter, untuk progress kelanjutan program hamil . Hasilnya lumayan menyedihkan, dokter kembali menganjurkan kami untuk ikut program IVF alias bayi tabung. Detail dan background kenapa kami sampai harus mengikuti program ini, engga gw bahas di blog ya, secara gw engga nyaman dan ada beberapa hal yang personal buat kami. Temen2 gue dan temen2 blog yang udah kenal dari dulu, pasti udah tau kalo selama ini gw tetep berharap banget untuk bisa kasih adek buat ashley. Gw pernah juga tulis di blog di sini tentang harapan untuk anak kedua. Untuk program IVF sendiri, gue masih galau banget. Bukan semata2 dari sisi finansial, karena kalo dari sisi uang, puji Tuhan sekarang kita dah lebih siap, dibandingkan dengan 9 tahun lalu saat dokter di RS Bunda dan YPK juga menyarankan hal yang sama. Saat itu, walaupun engga punya uang, rasanya kami rela menjual apa aja yang bisa kami jual, meminjam kemana saja, demi bisa membiayai program baby , dan Tuhan mahabaik, miracle does happen, gw bisa hamil secara alami sebelum kita mulai program2 itu. Sekarang, yang gue kuatirkan justru mental ya. Selama ini, deep down gw masih ada keyakinan kalo bisa nambah anak lagi. Seandainya gw ikut program IVF dan hasilnya ternyata gagal, apakah gue siap? Atau apakah gw akan down dan terpuruk, karena artinya impian gue untuk punya anak lagi, udah semakin jauh untuk digapai? Papi eci mendukung apapun keinginan gue. Dia bilang, kalo memang ini our last try, yah mari kita jalani. Cuman satu pesannya, bila hasilnya nanti engga sesuai yang kita harapkan, dia minta gue harus move on, dan fokus buat kebahagiaan kita bertiga. Engga melow, engga cengeng, engga down, engga malah berfokus pada kegagalan dan melupakan berkat terbesar yang udah kita terima sekarang, Ashley. Bermalam2 gue mikir, apa sih sebenernya motivasi utama gw pengen punya anak lagi? Gw udah bersyukur banget punya Ashley. Tuhan dah kasih berkat luar biasa buat kita. Masih banyak temen2 gue yang masih berjuang keras untuk punya baby. Ada yang udah punya anak namun divorce dengan pasangannya. Ada yang belum punya anak namun happy dengan hidupnya, bahkan masih banyak yang happy walaupun belum punya pasangan hidup. Terus, bukankah gue sungguh keterlaluan kalo masih merasa kurang lengkap, atau kurang ideal karena cuman punya satu anak? Ideal dimata siapa? Dimata gue, dimata keluarga, dimata temen2, dimata masyarakat? Padahal gue udah diberkati dengan anak dan suami yang luar biasa, keluarga yang sangat bahagia. Dan lagi , jaman sekarang sebenernya dah wajar dan banyak banget keluarga yang memilih satu anak saja, dengan berbagai pertimbangan nya. Bahkan di luar negeri sana, semakin banyak pasangan yang tidak ingin memiliki anak sama sekali, karena tingginya tuntutan hidup dan mahalnya biaya hidup. I love babies. I love their smell, i love everything about babies and children. Trus apakah karena ini gw jd ngotot mau punya anak lagi? Bukan. Sebenernya, kekuatiran terbesar gue, kalo ashley bakal kesepian karena dia sendirian nanti. Gw berasal dari keluarga besar, punya koko dan adek, dan banyak banget sepupu. Kalo nanti kami udah engga ada, ashley bakalan engga punya saudara kandung untuk berbagi. Itu yang bikin gw selalu pengen mewek. Saat kekuatiran ini gw sampaikan ke papi, dia bilang, kalo udah saatnya seperti itu, ashley juga pasti udah mandiri, dan dia juga akan punya keluarga nya sendiri, kebahagiaannya sendiri. Dan ashley tetep punya banyak saudara sepupu sehingga dia juga engga akan merasa terlalu kesepian. Tinggal sekarang tugas kita untuk mendidik ashley jadi pribadi yang mandiri, tangguh, engga manja, dan melimpahinya dengan kasih sayang dan perhatian, sehingga dia selalu merasa bahagia dan penuh cinta dan engga pernah merasa kesepian. Manusia emang engga pernah merasa cukup . Gw inget dulu doa2 gue, minta supaya dikasih satu aja anak, dan sekarang gw tetep belum puas dan ingin punya satu lagi . Padahal, masih banyak orang yang berjuang mati2an demi bisa dapat satu anak saja. Kadang gue juga merasa berdosa karena belum merasa puas, dengan semua berkat yang udah gue terima. Untuk meyakinkan diri dan menyiapkan mental, gw juga sharing dengan orang2 terdekat. Special thanks for my sista, dan mami o’i juga yang selalu inget kita en ngedoain kita *hugs* Menyiapkan mental adalah yang tersulit, walaupun gue dah berusaha browsing dan mencari segala kelebihan tentang memiliki satu anak, rasanya tetep sulit banget buat gue, karena fokus gue saat ini masih mencari kebahagiaan dengan gambaran ideal dua anak. Mohon doanya ya temas.. sekarang kami break dulu, mau perbaiki pola makan dan kualitas hidup dulu, sambil memantapkan hati lagi, dan menguatkan mental. Namun memang kami juga harus cepat memutuskan , karena seiring bertambahnya umur, kualitas sel telur udah semakin menurun kan, jadi kalo memang mau ikut IVF, tentu lebih cepat lebih baik. Gw pernah dapet miracle sebelumnya, siapa tau lewat IVF nanti, bisa dapet another miracle lagi kan? Namun secanggih2nya upaya manusia, kehendakNya lah yang mutlak terjadi. Bila memang takdir gue satu aja, maka berarti itulah yang Terbaik buat keluarga kita. Itu yang terbaik dimata Tuhan, bukan semata ideal dimata kita. Tulisan ini gw buat, semata2 untuk mengingatkan dan menguatkan diri gue sendiri. Kalau kebahagiaan itu datang dari diri kita sendiri . Mau satu anak, ataupun tiga anak, kalau hati bahagia dan bersyukur, pasti hidup pun terasa indah dan sempurna. Happiness is our choice.

Advertisements